Bacitracin : Dosis, Efek Samping dan Interaksi dengan Obat Lain

Bacitracin

Bacitracin merupakan obat antibiotik yang termasuk dalam golongan antibiotik polypeptida dimana berfungsi untuk mengobati luka ringan di kulit. Obat Bacitracin digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi pada luka tersebut. Obat Bacitracin bekerja dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri. Dengan begitu, pertumbuhan bakteri dapat terhenti. Obat ini hanya boleh digunakan sesuai resep dan petunjuk dokter.

Jenis-jenis Merk Dagang Bacitracin

  • Bacitracin-polymycin B,
  • Enbatic,
  • Liposin,
  • NB Topical
  • Ointment,
  • Nebacetin,
  • Scanderma plus,
  • Tigalin

 

Obat ini dapat digunakan untuk dewasa dan anak-anak dan termasuk dalam kategori C, dimana dilakukan studi pada binatang percobaan yang memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika manfaat yang diharapkan melebihi besarnya resiko terhadap janin. Sementara untuk ibu menyusui, sebelum menggunakan obat ini sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Bentuk dari obat ini adalah krim, salep dan serbuk. Bacitracin dalam sediaan bentuk topical (krim, lotion dan salep) untuk kulit dan mata, sedangkan bentuk serbuk untuk penggunaan injeksi. Bacitracin topical tersedia dalam bentuk Bacitracin Zinc. Biasanya dalam satu sediaan terkandung 400 unit Bacitracin. Sedangkan sediaan dalam bentuk serbuk untuk injeksi mengandung 50.000 unit Bacitracin per vialnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Bacitracin

Jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan Bacitracin, ikutilah petunjuk dokter. Dan sebelum menggunakan obat ini, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ini :

  1. Jika Anda alergi terhadap Bacitracin, jangan gunakan obat ini. Selalu beritahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi.
  2. Jika luka kulit cukup luas dan dalam, jangan gunakan obat ini.
  3. Selalu hati-hati dalam menggunakan obat ini, jangan sampai tertelan, terkena mata, hidung dan mulut, karena obat ini hanya boleh digunakan pada lapisan kulit terluar.
  4. Jangan mengoleskan Bacitracin pada selangkangan dan kelamin anak. Hindarilah penggunaan popok yang terlalu ketat pada anak selama penggunaan obat ini.
  5. Jika Anda sedang mengkonsumsi obat, vitamin, suplemen atau obat herbal, konsultasikan dengan dokter.
  6. Jika Anda sedang hamil, menyusui sedang merencanakan kehamilan, konsultasikan dengan dokter.
  7. Jika terjadi alergi akibat reaksi obat, segera hubungi dokter.
  • Dosis dan Aturan Pakai

Bacitracin Krim, salep dan serbuk untuk mencegah Infeksi bakteri pada kulit yang mengalami luka ringan, baik pada dewasa maupun anak-anak berikan dengan dosis 1-3 kali sehari dengan cara dioleskan tipis-tipis pad area kulit yang terluka. Pada bayi harus jelas sebelum obat ini diberikan dengan dosis berdasarkan berat badan. Indikasi ini berupa Infeksi yang disebabkan oleh stafilokokus yang masih bersifat sensitif terhadap Bacitracin.

  • Interaksi Bacitracin dengan Obat Lain

Jika digunakan bersamaan dengan obat lain, Bacitracin dapat menimbulkan efek interaksi, yaitu sebagai berikut :

  • Dapat meningkatkan kadar obat bius dalam darah
  • Dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan ginjal jika digunakan bersama colistin, kanamycin, neomycin, Polymyxin B, atau Streptomycin.
  • Efek Samping Bacitracin

Bacitracin jika digunakan sesuai anjuran dokter dan aturan pakai yang tertera dalam kemasan, obat ini jarang menyebabkan efek samping. Namun pada beberapa kondisi, penggunaan obat ini menyebabkan reaksi alergi obat yay bisa ditandai dengan munculnya ruam yang gatal pada kulit atau kesulitan bernapas. Segera kunjungi dokter jika Anda mengalami hal di atas. Bacitracin dibanderol dengan harga Rp 3.200 – Rp 7.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *